Rabu, 30 Maret 2011

KEMATIAN CAO-CAO

Liu Bei yang memuntakan darah dan pingsan setelah mendengar kematian kedua Guan akhirnya Siuman setelah ditolong oleh pejabat2xnya.

Setelah dia sadar, Zhuge Liang berkata, "Tuanku, aku mohon jagalah kesehatanmu. Hidup dan mati telah diatur oleh langit. Guan Yu telah membawa petaka pada dirinya sendiri akibat keyakinan dan kesombonganya. Kau sekarang harus menjaga kesehatanmu untuk dapat membalaskan dendam."

"Ketika kami bersumpah ditaman persik, kami berjanji untuk sehidup semati. Apa lagi kenikmatan dari kekayaab dab kekuasaan setelah sekarang adikku telah tiada ?" Kata Liu Bei.

Pada saat itu putra Guan Yu, Guan Xing datang dengan menangis. Ketika melihat pemuda ini, Liu Bei juga menangis dan akhirnya pingsan lagi. Setelah beberapa saat dia sadar kembali, tetapi dia menghabiskan hari2x dengan menangis dan memuntahkan darah. Selama 3 hari dia menolak semua makanan dan obat2xan. Dia menangis terus sampai seluruh pakaiannya basah dan juga ada noda darah. Zhuge Liang dan yg lainnya berusaha sekuat tenaga untuk menenangkan dirinya tetapi dia tidak dapat ditenangkan.

"Aku bersumpah, aku tidak akan hidup dibawah langit yang sama dengan Sun Quan." Liu Bei berkata.

"Dikabarkan bahwa kepala dari adikmu dikirimkan pada Cao2x, tetapi cao2x telah menguburkannya dengan cara2x seperti seorang pangeran yg dikuburkan." Kata Zhuge Liang.

"Kenapa dia melakukan hal itu ?" Tanya Liu Bei.

"Karena Sun Quan berpikir hal ini dapat menyebabkan kita menyerang Cao2x. Tetapi Cao2x dapat melihat rencana ini dan dia telah memakamkan adikmu dengan penuh hormat sehingga kemaranhanmu akan kau arahkan ke Wu."

"Aku ingin mengirim tentaraku untuk menghukum Wu dan melampiaskan amarahku." Kata Liu Bei.

"Janganm Kau tidak boleh melakukan hal itu. Wu berharap kau menyerang Wei dan Wei berharap kau menyerang Wu, setiap orang memiliki rencana masing2x dan berupaya mengambil keuntungan dari hal ini. Akan sangat bijak jika kau tdk menggerakan tentara. Buatlah masa berkabung bagi Guan Yu dan tunggu sampai Wei dan Wu berperang. Saat itu baru kau membalaskan dendam ini."

Pejabat yang lain mendukung Zhuge Liang dan Liu Bei mendengarkan. Kemudian dia menjadi bersemangat lagi dan dia mulai mau makan lagi. Sebuah titah dikeluarkan agar setiap pejabat dan prajurit memakai pakaian berkabung. Liu Bei juga melakukan upacara di gerbang Selatan untuk memanggil arwah Guan Yu pulang dan dia melakukan upacara penghormatan sehari penuh untuk Guan Yu, adiknya itu."

Di LuoYang, walaupun Cao2x telah mengadakan upacara besar bagi Guan Yu tetapi dia masih saja dihantui oleh perasaan takut. Setiap malam ketika dia menutup matanya, dia melihat Guan Yu seperti ketika dia masih hidup. Hal ini telah membuatnya sangat tegang setiap harinya dan dia mencari nasehat dari para bawahannya. Beeberapa orang mengusulkan agar membangun tempat baru baginya.

"Disini terlalu banyak hawa negatif dan juga pengaruh buruk. Kami menyarankan agar tuan membangun istana baru dan pindah dari istana LuoYang ini."

"Aku akan membangunnya dan tempat itu akan diberi nama 'Fondasi Baru'. Tetapi siapakah arsitek hebat yang dapat membangunnya ?"

Jia Xu berkata, "Ada seseorang bernama Su Yue, dia adalah seorang arsitek yang sangat jenius di LuoYang."

Su Yue segera dipanggil dan disuruh mengerjakan proyek ini. Dia diperintahkan membangun sebuah Pavilliun dengan 9 ruangan untuk Cao2x. Tempat itu harus membunyai beranda dan juga lantai atas. Rancangannya membuat Cao2x sangat senang.

"Kau mempunyai rancangan persis seperti apa yang kuharapkan, tetapi dari mana kau akan menemukan kayu sebagai tiang utama untuk bangunan yg kau rancang itu ?"

"Aku tahu ada beberapa pohon yang dapat digunakan. Sekitar 20 Li dari kota disana ada kolam Naga Melompat. Didekat itu ada sebuah kuil dan disampingnya tumbuh sebuah pohon buah pear. Tinggnya mencapai beberapa ratus kaki dan dia akan dapat menjadi tiang utama."

Cao2x segera mengirim orang untuk menebang pohon itu. Tetapi setelah seharian, mereka datang kembali dan mengatakan bahwa pohon itu tidak dapt ditebang baik dengan gergaji maupun kampak besar. Cao2x yang tidak percaya kata2x mereka segera datang untuk melihat. Ketika dia turun dari kudanya dan berdiri didepan pohon itu, dia mengagumi ukuran dan besarnya pohon itu. Pohon itu dilihatnya sangat kokoh dan sangat tinggi sampai ujungnya mencapai awan. Dia kemudian memerintahkan agar orang2xnya mencoba memotong pohon itu lagi.

Tetapi ada tetua desa yang datang dan berkata, "Pohon itu telah berada disana untuk beberapa abad dan dijaga oleh mahluk halus. Kami pikir seharusnya pohon itu jangan ditebang."

Cao2x menjadi kesal dan berkata,"Aku telah pergi mengelilingi negeri ini selama 30 thn lebih dan tidak ada satupun dari kaisar sampai rakyat jelata yang tidak takut padaku. Mahluk halus macam apa yang berani menentang keinginanku ?"

Dia lalu mengeluarkan Pedang Saktinya dan lalu menebas batang pohon itu. Tiba2x pohon itu mengerang kesakitan saat ditebas dan darah bermuncratan dari batang pohon itu mengenai pakaian Cao2x. Cao2x lalu panik dan ketakutan, dia segera melepaskan pedangnya dan naik keatas kudanya lalu kembali keistananya."

Malam itu ketika dia ingin tidur, dia tidak dapat tidur. Dia bangun dan berjalan menuju ruangan luar dan duduk disana. Tiba2x seorang muncul dengan rambut panjang terurai, dia berpakaian hitam dan membawa pedang.

Orang itu langsung menuju Cao2x, kemudian berhenti didepan dia dan berkata, "Aku adalah penjaga pohon persik besar. Kau ingin membangun istanam dan kau boleh menghancurkan pemberontakkan. Tetapi ketika kau mulai menyerang pohon2x suciku maka umurmu segera akan berakhir. Aku sekarang datang untuk membunuhmu."

"Dimana Pengawal !!! pengawal !!! pengawal..." Cao2x berteriak ketakutan.

Orang itu kemudian menusuknya dnegna pedang,Cao2x kemudian berteriak keras sekali dan terbangun. Kepalanya sangat sakit sekali tak terhankan.

Mereka kemudian mencari tabib tetapi sakit kepalanya tidak dapat disembuhkan. Bawahannya sangat khawtir dengan keadaan tuannya itu.

Hua Xin satu hari berkata pada tuannya, "Tuanku, Apakah kau pernah mendengar mengenai Hua Tuo ?"

"Maksudmu orang dari Qiao yg menyebuhkan Zhou Tai ?"

"Ya, benar dia." Jawab Hua Xin.

"Aku telah mendengar keternarannya, tetapi aku tidak pernah melihat kemampuannya."

"Dia sangat pandai dan sangat ahli. Jika seorang sakit dan berobat padanya, dia langsung tahu obat apa yang harus digunakan. Dia dapat menuggnakan jarum atau pisau untuk menyembuhkan penyakit dan pasiennya langsung sembuh setelah menjalani pengobatannya. Pernah suatu kali dia memberikan obat dan ramuan kepada seorang pasien sebelum dia membuka perut pasien itu dan membasuh organnya dengan obat2xan. Pasien itu tidak merasakan sakit. Ketika sudah dibersihkan, dia menjahit luka itu dengan benan dan memperbannya. Dalam satu bulan atau kurang, pasien itu sudah sembuh. Hal ini menunjukan betapa ahlinya dia."

"Suatu hari Hua Tuo sedang berpergian, kemudian dia mendengar seorang dipinggir jalan mengeluh kesakitan. 'Kamu terkena cacingan' jawab Hua Tuo. Dan dia memberikan beberapa obat2x yang terbuat dari Bawang Putih. Kemudian orang itu memuntahkan cacing. Setelah hal ini, orang itu baik2x saja.

"Chen Deng, gubernur GuangLing, menderita sakit dijantungnya. Wajahnya merah-merah dan dia sesak napas. Dia juga dtidak memiliki selera makan. Hua Tuo memberikan dia ramuan dan kemudian Chen Deng memuntahkan parasit yang memiliki kepala merah. Gubernur kemudian bertanya apa yang menyebabkan paraasit ini, dan Hua Tuo mengatakan bahwa dia terlalu banyak memakan ikan yang memiliki bau amis yang kuat. Dia dapat menyembuhkan Chen Deng sekali ini tetapi dalam tiga tahun penyakitnya akan kambuh dan tidak ada apapun yang dapat menyelamatkannya. 3 Thn kemudian Chen Deng meninggal.

"Dia benar2x setara dengan Guru Bian Que dan Zang Kong dimasa lalu. Dia tinggal di JinCheng tidak jauh dari sini dan dia dapat segera datang."

Cao2x segera memerintahkan untuk memanggilnya. Segera dia tiba, Hua Tuo memeriksa nadi Cao2x dan melakukan eksaminasi secara hati2x.

"Pangeran, sakit kepalamu karena adanya tumor ganas di otakmu. Tumor ini terlalu besar untuk dapat disembuhkan dengan obat biasa. Tetapi aku usulkan untuk melakukan operasi membuka kepalamu lalu mengeluarkan tumor itu. Ini merupakan pengobatan radikal dan penuh resiko."

"Tangan yang sakit mungkin dapat dikerik, tetapi bagaimana mungkin kau akan membuka kepala seseorang ? Hal ini hanya menunjukan bahwa kau berkomplot dengan teman Guan Yu untuk mendaptkan kesempatan ini dan membalaskan dendamnya."

Cao2x memerintahkan penjaga untuk membawa Hua Tuo kepenjara dan disana dia disiksa untuk mengetahui siapakh yang memerintahkannya.

Jia Xu memohon kepada Cao2x dan berkata, "Orang ini memiliki ilmu dan kemampuan yang jarang dimiliki orang lain. Untuk membunuhnya artinya membuang bakatnya sia2x."

Tetapi Cao2x yang sedang sakit kepala itu tidak mau menghiraukannya.

"Orang ini ingin mendapatkan kesempatan untuk membunuhku. Dia sama seperti Ji Ping."

Hua Tuo kemudian di Interogasi habis2xan dan dia sangat menderita.

Salah satu penjaga penjara ada yang bernama Wu. Dia sangat baik pada Hua Tuo dan dia memastikan bahwa Hua Tuo diberikan makanan yang layak.

Hua Tuo akhirnya berteman dengan penjaga penjara ini dan suatu hari dia berkata, "Aku telah berakhir, aku tahu hal ini. Tetapi sayang ilmu pengobatanku akan hilang. Kau telah sangat baik padaku dan aku tidak memiliki apapun lagi untuk membayarnya. Sekarang aku akan memberikan surat pada istriku untuk memberikanmu buku2x pengobatanku sehingga setelah itu kau dapat meneruskan ilmuku ini."

Wu sangat senang sekali dan dia berkata, "Jika aku memiliki buku itu aku akan berhenti menjadi penjaga penjara dan aku akan berpergian keseluruh penjuru negeri untuk menyembuhkan orang sakit dan mengembangkan ilmumu."

10 hari kemudian, Hua Tuo meninggal didalam penjara. Wu Membawakan peti mati dan menguburkannya dengan layak. Setelah selesai dia berhenti jd petugas penjara dan kembali kerumah. Tetapi ketika dia menanyakan pada istrinya dimana buku2xnya, dia menemukan bahwa istrinya sedang membakar buku2x itu. Dia langsung berusaha mengambil yang tersisa tetapi hampir seluruh buku2x itu musnah dan dia sangat marah pada istrinya.

Tetapi istrinya balik berkata ,"Jika kau menjadi tabib hebat seperti Hua Tuo, kau hanya akan mati dipenjara seperti dirinya. Apa bagusnya bisa mempelajari hal ini ?"

Hal ini membuat Wu berpikir bahwa istrinya mungkin mengatakan hal yg benar dan dia akhirnya berhenti memarahi istrinya. Tetapi akibat hal ini maka seluruh ilmu pengobatan Hua Tuo musnah dan hanya tersisa beberaha hal mengenai Kegunaan hewan2x dan tumbuh2xan.

Sementara itu sakitnya Cao2x menjadi semakin parah, dibutuhkan selusin Danyan menarik kain yang diikat dikepala Cao2x untuk membuatnya merasa lebih nyaman dari sakit kepalanya. Kemudian datang surat dari Wu yug berisi permohonan agar Cao2x mau menjadi kaisar dan membantu menyerang Shu, sebagai balasannya maka Wu akan tunduk pada Wei.

Cao2x kemudian tertawa dan berkata, "Apakah anak muda ini ingin memasukanku dalam tungku membara ?"

Tetapi menteri Chen Qun dan pejabat lainnya berkata, "Pangeran, Han telah lama runtuh, sementara kebajikanmu dan jasa2xmu telah banyak dan tinggi seperti gunung. Semua orang berpaling kepadamu dan sekarang Sun Quan mau mengakui dirinya sebagai menteri bagimu. Adalah sangat salah jika kau menolak ksempatan ini. Kau harus segera menjadi kaisar."

Cao2x tersenyum dan berkata,"Aku telah melayani Han untuk beberapa waktu. Bahkan jika aku mendapatkan beberapa jasa, aku telah mendapatkan balasannya sebagai upahku. Aku telah memiliki wilayah dan juga jabatan. Aku tidak berani mengharapkan hal yang lebih tinggi lagi. Jika jari langit menunjuk pada diriku maka aku akan memilih menjadi seperti Raja Wen dari Zhou."

"Dan karena Sun Quan sudah mengakui dirinya adalah hamba dan berjanji setia. Kau, tuanku dapat memberinya gelar dan memerintahkannya menyerang Liu Bei." Kata Sima Yi.

Menyetujui usulan itu, Cao2x memberikan Sun Quan gelar Jendral Pasukan Berkuda Kekaisaran dan Bangsawan NanZhang. Dia juga diangkat menjadi Pelundung kekaisaran Wilayah JingZhou. Segera perintah ini dikirimkan pada Sun Quan.

Cao2x makin parah sakitnya setiap hari. Suatu malam dia bermimpi mengenai 3 kuda yang makan dari rumput yang sama.

Keesokan harinya dia menceritakan pada Jia Xu, "Aku semalam bermimpi ada 3kuda yang makan dari rumput yang sama. Mimpi ini juga aku alami ketika keluarga Ma Teng mendapatkan petaka. Apa artinya hal ini ?"

"Mimpi ini adalah pertanda baik. Dan maksudnya adalah ada kehormatan besar datang kepada keluarga Cao. Aku pikir kau tidak perlu khawatir mengenai hal ini."

Cao2x pun tenang mendengar jawaban Jia Xu ini.

Malam itu Cao2x mejadi semakin parah. Dia merasa pusing dan kemudian pandangannya menjadi kabur, dia kemudian bangun dari kursinya dan dia mencoba berbaring di sebuah kursi panjang. Dia merasa seperti ada yang berteriak dan masuk didalam kegelapan matanya. Dia melihat berbagai wajah korban2xnya. Ada Permaisuri Fu, Selir Dong, Fu Wan, Dong Cheng dan lebih dari 20 pejabat lainnya dan semunya bersimbah darah. Mereka berdiri dihadapannya dan meminta nyawanya. Dia berdiri, mengangkat pedangnya dan menebaskannya yang ternyata mengenai udara saja. Tiba2x terdengar bunyi keras, Ternyatas sisi Barat Daya bangunan baru itu roboh dan Cao2x tertimpa bangunan itu. Para pengawalnya segea membantunya dan membawa dia keistana lain dimana dia dapat lebih tenang.

Tetapi belum dia merasa lebih tenang kemudian dia diganggu oleh tangisan dan teriakan suara wanita dan pria.

Ketika hari menjelang fajar, Cao2x memanggil para pejabatnya dan berkata, "30 thn aku telah menghabiskan hidupku didalam peperangan dan aku selalu menolak percaya pada hal2x Gaib tetapi sekarang apa artinay semua kejadian yang kualami ini ?"

"Pangeran, kau harus memanggil pendeta Tao untuk melakukan upacara dan doa untuk menenangkan hawa jahat."

Cao2x menarik napas dalam2x dan berkata, "Guru bijak berkata,'Dia yang melawan langit tidak akan mempunyai tempat untuk mencari ketenangan.' Aku merasa bahwa nasibku telah berakhir, hari2x telah habis dan tidak ada lagi bantuan yang bisa kuharapkan."

Dia tidak menyetujui pemanggilan pendeta itu. Keesokan harinya sakit kepalanya semakin keras dan dia tidak dapat melihat apapun dengan jelas. Dia segera memanggil Xiahou Dun yang segera datang. Tetapi ketika Xiahou Dun mendekati pintu, dia juga melihat bayangan dari Permaisuri dan anak2xnya dan juga korba2x lain dari keganasan Cao2x. Dia segera ketakutan dan kemudian jatuh pingsan. Para pelayan segera membawanya pergi dan dia sakit keras.

Kemudian Cao2x memanggil ke 4 penasehatnya, mereka adalah Cao Hong, Cheng Qun, Jia Xu dan Sima Yi untuk memberikan Wasiat terakhirnya.

Cao Hong berkata mewakili mereka ber 4, "Jagalah kesehatamu, pangeran. Kau akan segera sembuh."

Tetapi Cao2x berkata, "30 tahun lebih aku pergi kesana dan kemari. Telah banyak pemimpin hebat yang aku kalahkan. Sekarang yang tersisa hanya Sun Quan di Selatan dan Liu Bei di barat. Aku belum membunuh mereka. Sekrang aku sakit keras dan aku tidak akan pernah lagi berdiri dihadapan kalian. Oleh sebab itu urusan keluargaku harus diselesaikan terlebih dahulu. Anak sulungku, Cao Ang, anak dari Lady Liu, telah gugur dimedan peperangan di Wan Cheng ketika dia masih muda. Lady Bian melahirkan 4 anak untukku. Yang Ketiga Cao Zhi adalah yang paling kusuka, tetapi dia tidak dapat diandalkan. Dia suka sekali bermain-main dan meminum arak. Oleh sebab itu dia tidak pantas jd pewarisku. Anak keduaku, Cao Zhang sangatlah pemberani dan ahli perang. Tetapi dia tidak sabar. Anak Keempatku, Cao Xiong terlalu lemah dan sakit2xan, dia tidak akan berumur panjang. Oleh sebab itu Anak pertamaku, Cao Pi akan menjadi pewarisku, dia adalah orang yang serius dan tegar. Dia cocok untuk mengantikan diriku. Aku harap kalian semua mendukung dirinya."

Cao Hong dan yg lainnya menangis ketika mendengar kata2x itu dan mereka akhirnya meninggalkan ruangan Cao2x. Kemudian Cao2x memerintahkan untuk membawa berbagai macam benda2x yang berharga dan dia menyerahkannya pada dayang2xnya.

Dan dia berkata pada mereka, "Setelah kematianku, kalian harus tetap menjalankan kewajiban kalian. Kalian dapat membuat Sepatu sutera untuk kelian jual sehingga kalian mendaptkan penghasilan untuk hidup."

Dia juga meminta mereka untuk tinggal dimenara Burung Perunggu dan merayakan dirinya setiap hari dengan musik dan nyanyian serta hidangan2x istimewa.

Kemudian dia memerintahkan 72 tempat digali sebagai kuburannya didekat JiangWu sehingga tidak ada yang tahu dimana dia dikubur. Dia menjaga supaya tidak ada orang yang akan menggali kuburannya. Dia juga menyerahkan mustika berharganya yaitu 3 bola naga pada Xiahou Dun, Xu Zhu dan Zhang Liao untuk dijaga.

Dan ketika perintah terakhir ini diberikan, dia menarik napas beberapa kali, meneteskan air mata dan kemudian dia menghembuskan napasnya yang terakhir. Dia berusia 66 thn ketika dia meninggal pada bulan pertama, ditahun ke 25 masa Jian An atau 30 thn masa pemerintahan Kaisar Xian (Thn 220 M).

Ketika Cao2x menghembuskan napasnya yang terakhir, seluruh mereka yang hadir disana segera bersujud dan menangis serta memberikan penghormatan terakhir. Berita ini segera menyebar keseluruh penjuru negeri. Pewaris takhtanya, Cao Pi, Bangsawan YanLin Cao Zhang, Bangsawan LinZi Cao Zhi dan Bangsawan XiaoHuai Cao Xiong segera diberitahu mengenai titah terakhir Cao2x. Orang2x kepercayaan Cao2x segera membungkus mayat Cao2x dengan sutram dan menaruhnya didalam pakaian perang terbuat dari perak dan kemudian meletakannya didalam peti mati emas, kemudian mereka mengirimnya ke YeJun kekampung halamannya.

Cao Pi langsung menangis ketika mendengar hal ini dan dia memimpin rombongan para pejabat untuk melakukan prosesi pelepasan jasad ayahnya. Peti mati itu ditaruh diruangan besar dan seluruh pejabat semuanya berdua dan menangis diruagan itu.

Tiba2x satu orang berdiri dari antara mereka yang berduka itu dan berkata "Aku ingin memohon kepada pewaris takhta untuk segera menhentikan tangisannya dan segera mulai dapat mengambil tanggung jawab untuk memenuhi kewajiban mengurus negara."

Dia adalah Sima Fu dan dia melanjutkan, "Kematian dari pangeran akan menyebabkan kekacauan didalam kekaisaran dan sangat penting bagi pewaris untuk segera diangkat menjadi penggantinya secepatnya."

Yang lain menjawab, "Suksesi telah ditetapkan tetapi hal ini tidak dapat berlangsung tanpa titah kaisar."

Kata Chen Jia, Menteri Perang Negara, "Karena pangeran meniggal maka mungkin keributan akan terjadi diibukota dan seluruh negara akan dalam bahaya."

Lalu Chen Jiao menebas ujung pakaiannya dengan pedang dan berkata, "Kita akan mengangkat Cao Pi menjadi pangeran dan siapapun yang tidak setuju biarlah bernasib sama dengan jubah ini."

Walaupun begitu, sebagian besar orang disitu takut karena tidak ada titah kaisar tetapi kemudian Hua Xin datang dari ibu kota secepat mungkin. Mereka semua bertanya-tanya ada apa gerangan.

Segera dia memasuki ruangan utama dan berkata, "Pangeran Wei telah meninggal dan dunia sedang bergejolak. Kenapa kalian tidak segera mengangkat pewarisnya segera ?"

"Kami menuggu titah kaisar," Teriak meeka bersama-sama,"Dan juga menuggu perintah permaisura Bian meyangkut pewaris takhta."

"Aku telah mendapatkan Titah kaisar disini !" Dia mengeluarkanna dari balik jubahnya.

Mereka semua segera berlutut dan berkata, "Semoga Baginda Mulia Panjang Umur dan Sehat Selalu !!!"

Hua Xin membacakan isi titah itu, "Kaisar Yang Mulia, Putra Langit, telah memberi titah untuk mengangkat Cao Pi sebagai Pangeran Wei, Perdana Menteri dan juga Pelindung Kekaisaran wilayah JiZhou. Siapapun yang berani menentang Titah ini akan dianggap pemberontak dan dihukum mati !!!"

Hua Xin selalu setiap kepada Wei dan segera setelah dia mendengar Cao2x meninggal, dia segera menulis titah kaisar itu dan memaksa kaisar Xian untuk memberikan stempel pengesahan.

Setelah mengucapkan terima kasih, Cao Pi didudukan diatas singasana pangeran dan menerima ucapan selamat dari seluruh pejabat. Hal ini kemudian diikuti oleh perjamuan besar.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Nice share

Hotarubi mengatakan...

Cao Cao yang hebat dan tak terkalahkan di medan perang dikalahkan oleh kanker otak.

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Themes | Bloggerized by Free Blogger Templates | Macys Printable Coupons