Rabu, 30 Maret 2011

Perseteruan Dua Cao ( Cao Pi dan Cao Zhang ), Cao Zhi membuat puisi.



Semua mataa tertuju pada pejabat tinggi Jia Kui. Cao Pi lalu memerintahkan dirinya untuk pergi menemui adiknya dan berunding. Akhirnya Jia Kui pergi keluar kota dan meminta bertemu dengan Cao Zhang yang dengan cepat datang menghampirinya.

"Siapa yang memegang stempel mendiang ayahku ?" Tanya dirinya.

Jia Kui lalu menjawab,"Ada anak sulung dan ada seorang pewaris. Pertanyaan seperti itu tampaknya tidak perlu ditanyakan lagi."

Cao Zhang dan Jia Kui lalu berdua masuk kedalam kota dan menuju istana. Jia Kui kemudian bertanya padanya, "Kau datang untuk berbela sungkawa atau datang untuk berebut warisan ?"

"Aku datang untuk berbela sungkawa. Aku tidak mempunyai maksud lain."

"Jika memang begitu mengapa kau membawa pasukan ?"

Segera Cao Zhang memerintahkan agar pasukannya untuk mundur dan dia memasuki istana seorang diri. Ketika Cao Zhang bertemu Cao Pi keduanya berpelukan dan menangis. Kemudian Cao Zhang menyerahkan pasukannya dan dia diperintahkan untuk kembali ke Yan Ling dan menjaga tempat itu, pasukannya pun dikembalikan kepadanya. Cao Zhang segera pergi dan kembali menuju Yan Ling setelah memberikan penghormatan terakhir.

Cao Pi sekarang telah resmi diangkat menjadi Pangeran Wei yang baru dan kemudian dia memberi nama era pemerintahannya denga nama Yang Kang yang artinya Kemakmuran yang panjang. Dia mengangkat Jia Xu menjadi Penasehat Utama dan Instruktur angkatan perang utama (Jian Shi). Hua Xin sebagai perdana menteri Wei dan Wang Lang sebagai menteri tinggi Wei. Dia juga memberikan gelar bagi mendiang ayahnya dengan sebutan Raja Besar Cao.

Sebagai pengawas pembangunan makam Cao2x, Cao Pi menunjuk Yu Jin sebagai pengawasnya dengan maksud tertentu. Ketika Yu Jin memerikasa perkerjaan itu, dia melihat sebuah ruangan didekorasi dengan lukisan yg mengambarkan ditenggelamkannya 7 divisi pasukan Cao2x dan penangkapan dirinya oleh Guan Yu. Guan Yu terlihat sangat ganas dan berwibawa. Pang De menolak untuk tunduk pada Guan Yu sementara Yu Jin berlutut ditanah dan memohon ampunan untuk dirinya.

Cao Pi memilih cara ini untuk membuat Yu Jin merasa malu karena Yu Jin tidak memilih untuk mati seperti Pang De. Cao Pi sengaja memerintahkan agar seorang pelukis melukis tentang kejadian itu dan membuat Yu Jin menjadi malu. Ketika Yu Jin melihat mereka dia menjadi malu dan marah sehingga dia langsung jatuh sakit dan tidak berapa lama kemudian dia meniggal dunia. Dia meninggal di usia 48 thn.

Segera setelah menaiki takhta, Hua Xin menulis sebuah surat pada Pangeran Wei dan berkata, "Cao zhang telah menyerahkan kekuasaannya padamu dan dia telah pergi menempati posnya, tetapi dua adikmu yg lain tidak datang pada saat upacara penguburan ayahmu. Tindakan mereka harus diberikan hukman."

Cao Pi kemudian menyetujui usulan ini dan mengirimkan utusan memanggil mereka.

Utusan yang dikirim kepada Cao Xiong segera kembali dan melaporkan, "Cao Xiong, bangsawan XiaoHuai telah mengantung dirinya daripada dihukum untuk kesalahannya."

Cao Pi memerintahkan untuk menguburkan Cao Xiong dengan baik dan memberikan gelar Pangeran Xiaohuai.

Segera utusan yang pergi ke LinZi kembali dan mengabarkan, "Bangsawan LinZi, Cao Zhi sedang menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang, dia bersama dua temannya yang lain yaitu kakak beradik bernama Ding Yi dan Ding Yin. Mereka berdua sangat kasar. Ketika kami datang untuk bertemu, Cao Zhi hanya duduk terdiam saja tetapi Ding Yi mengunakan kata2x menghina dan berkata, 'Raja Cao menghendaki tuan kami untuk mengantikannya tetapi dia memilih yang lain karena mendengarkan omongan orang2x yang iri kepada tuanku. Segera setelah dia meninggal, tuan kalian mulai berpikir bagaimana menyingkirkan darah dan dagingnya sendiri.' "

"Yang lainnya Ding Yin berkata, 'Dalam hal kepandaian, tuan kami mengalahkan semua orang dan dia harusnya menjadi pewaris ayahnya. Sekarang, tidak hanya dia tidak mewarisi takhta ayahnya, tetapi dia juga diperlakukan dengan kasar oleh orang2x rendahan seperti kalian yang tidak mengerti apa artinya jenius itu.' "

"Kemudian Cao Zhi menjadi marah dan dia memerintahkan pengawalnya untuk memukuli dan mengusir kami."

Perlakuan terhadap utusan Cao Pi ini telah mengesalkan Cao pi dan dia mengirimkan 3.000 prajurit 'Armored Tiger' dibawah Xu Chu untuk menahan adiknya dan juga kawan2xnya itu. Ketika Xu Chu tiba di LinZhi, penjaga gerbang menghentikan dirinya. Xu Chu lalu membunuhnya dan dia langsung memasuki kota. Dia lalu pergi kekediaman Cao Zhi dan menemukan Cao Zhi bersama teman2xnya sedang mabuk berat. Lalu dia mengikat mereka semua dan menaruhnya didalam kereta kurungan. Mereka semua dikirim ke pengadilan di Ye Jun. Dia juga menahan semua pejabat diistana Cao Zhi itu.

Perintah Cao Pi yang pertama adalah memenggal Ding Yi dan Ding Yin.

Ibu Cao Pi, Lady Bian sangat sedih melihat kelalukan putra sulungnya yang baru menaiki takhta. Dia sangat terluka ketika mendengar putra bungsunya membunuh dirinya sendiri. Ketika dia mendengar Cao Zhi telah ditangkap dan teman2xnya dihukum mati, dia segera meninggalkan istananya dan menemui Cao Pi. Segera setelah Cao Pi melihat kedatangannya, dia segera menghampirinya. Lady Bian langsung menangis begitu melihat Cao Pi.

"Adikmu selalu senang meminum arak, tetapi aku membiarkannya karena mengingat kemampuannya yang hebat. Aku harap kau tidak melupakan bahwa dia adalah adikmu dan aku melahirkan kalian berdua. Maafkanlah kesalahannya dan aku akan menutup mata dengan tenang ketika aku meninggal nanti."

"Aku juga sangat kagum pada kemampuannya, ibu, dan aku tidak memiliki niat untuk menyakitiya. Tetapi aku ingin memberinya pelajaran. Kau tidak perlu takut akan bagaimana nasibnya." Kata Cao Pi.

Akhirnya sang Ibu berhasil ditenangkan dan kemudian Pangeran Wei pergi kesebuah ruangan pribadi dan memerintakan penjaga memanggil adiknya.

Kata Hua Xin, "Pasti Ibumu telah memintamu melepaskan adikmu, bukankah begitu ?"

"Benar." Jawab Cao Pi.

"Maka akan kukatakan bahwa Cao Zhi terlalu pandai dan dia memiliki ambisi. Jika kau tidak menyingkirkannya maka kau akan disakitinya suatu hari nanti."

"Tetapi aku harus mentaati perintah ibuku."

"Orang2x berkata bahwa adikmu sangat pandai dalam hal sastra. Aku sendiri tidak begitu percaya, tetapi dia boleh membuktikan dirinya. Jika dia menyandang reputasi palsu maka kau dapat membunuhnya. Jika apa yang dikatakan orang2x adalah benar maka kita dapat menurunkannya sebagai seorang sarjana istana saja."

Segera Cao Zhi masuk dan didalam ketakutan yang luar biasa dia bersujud pada kakaknya dan mengakui kesalahannya.

Cao Pi lalu berkata, "Walaupun kita bersaudara tetapi sekarang kau dan aku adalah pangeran dan pejabat, oleh sebab itu kita tidak boleh melihat hubungan darah. Kenapa kau bersikap tidak sopan terhadap utusanku ? Ketika Ayah kita masih hidup, kau menyombongkan kemampuan sastramu tetapi aku pikir kau hanya menyontek puisi orang lain. Sekarang aku ingin kau membuat suatu puisi, waktunya hanya 7 langkah untuk memikirkannya dan aku akan memaafkan dirimu jika kau berhasil. Tetapi jika gagal maka aku akan menghukumu dengan berat."

"Apakah kau akan mengusulkan suatu tema ?" Tanya Cao Zhi.

Di ruangan itu tergantung lukisan dua banteng bertarung, salah satu dari mereka jatuh kedalam sumur dan mati. Cao Pi lalu menunjuk kelukisan itu dan berkata, "Itulah temamu, tetapi kau tidak boleh menggunakan kata2x 'Dua Banteng, Satu Banteng, beradu, kaki, tembok, jatuh, sumur dan mati.' "

Cao Zhi lalu berjalan 7 langkah dan membuat puisi ini :

'Dua Korban sedang berjalan,
Masing2x dari mereka memiliki tanduk dan juga badan yg kekar.
Mereka bertemu dibawah bukit dan keduanya sama2x kuat,
Masing2x menghindari lubang yang ada disana.
Mereka bertarung cukup lama,
Akhirnya yang satu berada dibawah tak bernyawa,
Bukannya mereak tidak memiliki kekuatan yang sama
Hanya saja yang satu tidak melakukan yang terbaik.'

Hal ini membuat Cao Pi dan pejabat2x lainnya disana sangat kagum. Cao Pi berpikir untuk mengadakan tes lain, lalu dia memerintahkan agar adiknya itu membuat puisi lagi bertemakan hubungan mereka berdua tetapi kata2x, persaudaraan atau saudara tidak boleh digunakan. Tanpa berpikir lagi, Cao Zhi lalu berpuisi :

'Ada sup mendidih diatas Api ungun,
Menghasilkan suara bergelora diatas panci,
mengapa kita yang berasal dari satu akar
kau harus membunuhku dengan amarah yang sangat ?'

(Penulis :* Kedua puisi ini ditranslasikan secara literatif sehingga nilai seninya tidak ada lagi.)

Perumpamaan ini mengambarkan perlakuan buruk yang diterima oleh anggota keluarga lainnya. Cao Pi ketika mendengar ini langsung meneteskan air mata.

Kemudian Ibu mereka berdua segera datang dan berkata," Haruskan Kakak sulung menekan dia yang lebih muda ?"

Cao Pi langsung berdiri dan berkata, "Ibu, Hukum negara harus ditegakkan."

Cao Zhi lalu diturunkan kedudukannya menjadi Bangsawan AnXiang. Dia menerima keputusan ini tanpa berkata apapun lagi dan segera pergi.

Naiknya Cao Pi menjadi tanda bahwa hukum baru dan perintah2x baru akan dikeluarkan. Sikapnya terhadap Kaisar Xian lebih tidak sabaran dibandingkan dengan sikap ayahnya.

Cerita mengenai kekasarannya mencapai Cheng Du dan membuat takut Liu Bei yang segera memanggil semua penasehatnya untuk mendiskusikan apa yang harus dilakukan.

Kata dia, "Sejak kematian Cao2x dan naiknya Cao Pi menggantikan dirinya. Posisi kaisar telah menjadi lebih sulit dari sebelumnya. Sun Quan mengakui kepemimpinan Wei dan pengaruhnya telah makin membesar. Aku ingin menghancurkan Sun Quan untuk membalaskan dendam adikku. Setelah itu selesai aku akan meneruskan menuju ibukota Xu Chang dan menghancurkan seluruh pemberontakan dinegeri ini. Apa saran kalian ?"

Kemudian Liao Hua segera berdiri dan dia segera bersujud dan dengan berlinang air mata dia berkata, "Liu Feng dan Meng Da adalah penyebab utama kematian adikmu dan anak angkatnya. Kedua orang ini pantas untuk mati."

Liu Bei juga berpikiran sama dan dia sedang akan mengirim utusan untuk menangkap mereka berdua, tetapi Zhuge Liang mencegah dan memberikan nasehat yang lebih bijak.

"Ini bukan jalan yang baik. Kau harus pelan2x atau malah akan menyebabkan pemberontakan dan pembelotan. Promosikanlah kedua orang ini dan kemudian pisahkan mereka. Setelah itu kau dapat menangkapnya."

Pangeran HanZhong melihat maksud dibalik nasehat ini. Dia kemudian mengangkat Liu Feng sebagai Gubernur MianZhu dan dgn hal itu dia memisahkan Liu Feng dan Meng Da.

Meng Da memiliki seorang sahabat bernama Peng Yang. Peng Yang yg mendengar rencana ini segera pulang dan menulis surat untuk memperingatkan Meng Da. Surat itu diberikan kepada orang kepercayaannya untuk dibawa dan diserahkan pada Meng Da. Tetapi Orang itu tertangkap ketika dia sedang keluar kota oleh Ma Chao yang mengetahui maksud surat itu. Dia kemudian segera kekediaman Peng Yang yang tanpa curiga menerimanya dengan baik dan kemudian keduanya minum arak bersama.

Kemudian Ma Chao melihat bahwa Peng Yang sudah mulai mabuk, lalu dia berkata, "Pangeran HanZhong dahulu selalu menomor satukan dirimu, kenapa sekarang tidak lagi ?"

Peng Yang mulai memaki tuannya, "Si Tua itu ! Tapi aku akan mencari cara agar dia membayarnya."

Unutk melihat sejauh mana Peng Yang merencanakan hal ini dia berkata, "Sejujurnya, aku juga telah lama membenci orang itu."

"Jika begitu kau bergabunglah dengan Meng Da dan menyerang Cheng Du, sementara aku akan mempengaruhi orang di sisi timur dan barat sungai untuk mendukungmu. Hal ini akan membuat kita jadi lebih mudah," Kata Peng Yang.

"Apa yang kau usulkan masuk akal, tetapi kita akan membicarakan hal ini esok saja." Kata Ma Chao dan dia berpamitan.

Ma Chao kemudian menemui Liu Bei dengan membawa utusan yang tertangkap itu dan juga suratnya. Kepada Liu Bei dia menceritakan seluruh kejadian dengan Peng Yang. Liu Bei menjadi sangat marah dan dia segera memerintahkan agar Peng Yang ditahan dan dimasukan dalam penjara dimana dia dapat diinterogasi.

Sementara Peng Yang berada di penjara, Liu Bei berkonsultasi dengan Zhuge Liang.

"Orang ini cukup terpelajar tetapi kurang bertanggung jawab. Dia terlalu berbahya untuk dibiarkan hidup." Jawab Zhuge Liang.

Segera perintah diberikan bahwa dia diminta untuk bunuh diri didalam penjara. Berita ini sangat membuat takut pendukungnya dan juga Meng Da. Terlebih lagi Liu Feng sekarang telah ditugaskan ke MianZhu dan ini membuatnya tambah takut. Akhirnya dia meminta saran dari kedua temannya Shen Dan dan Shen Yi yang berada di Shang Yong.

"Temanku Peng Yang dan aku telah melakukan banyak hal untuk pangeran. Tetapi sekarang Peng Yang telah mati dan aku dilupakan. Lebih dari itu Pangeran ingin aku mati, Apa yang dapat kulakukan ? " Kata Meng Da.

Shen Dan menjawab, "Aku pikir aku dapat mencari jalan untuk menjamin keselamatanmu."

"Apakah itu ?" Tanya Meng Da yang merasa lebih lega.

"Desersi. Adikku Shen Yi dan aku telah lama ingin pergi ke Wei. Kau tulislah surat pengunduran dirimu kepada Pangeran yang mengatakan pengunduran dirimu dan kau pergilah kepada Pangeran Wei yang pasti akan memberikanmu posisi yang terhormat. Setelah itu kemudian kami berdua akan mengikutimu."

Meng Da melihat bahwa ini adalah jalan terbaik yang dia miliki. Akhirnya dia menulis surat dan memberikannya pada seorang utusan untuk diserahkan ke Cheng Du. Malan itu Meng Da meninggalkan posnya dan pergi ke Wei.

Utusan itu kemudian sampai dia Cheng Du dan dia menceritakan mengenai desersi yang dilakukan Meng Da. Liu Bei lalu merobek surat itu.

"Orang yang tak tahu balas budi itu !!! Dia menjadi pengkhianat dan masih bernai untuk menghinaku dengan mengirimkan surat pengunduran dirinya"

Liu Ben sedang akan memerintahkan pasukan untuk menangkap Meng Da ketika Zhuge Liang mencegahnya dan berkata, "Kau lebih baik mengirim Liu Feng untuk menangkapnya dan biarkan kedua harimau saling menerkam. Apakah Liu Feng berhasil atau gagal, dia tetap harus datang ke IbuKota dan saat itu kau dapat menghukumnya."

Liu Bei setuju dengan usulan ini dan dia segera mengirim utusan ke MianZhu dan Liu Feng menurut dengan perintah itu. Dia lalu memimpin pasukan untuk menangkap Meng Da.

Sementara itu Meng Da tiba di Wei ketika Cao Pi sedang mengadakan sidang besar. Ketika pengawal memberitahukan bahwa Jendral Meng Da dari Shu tiba, Cao Pi langsung memerintahkannya masuk.

Kata Cao Pi kepadanya, "Apakah kau benar2x tulus untuk menyerah ?"

Meng Da berkata, "Aku sedang terancam mati karena tidak membantu Guan Yu. Ini adalah satu2xny alasanku datang kemari."

Walaupun begitu Cao Pi tidak percaya. Kemudian dilaporkan bahwa Liu Feng membawa pasukan dan menyerang Xiang Yang serta menantang Meng Da untuk berduel.

Cao Pi berkata, "Jika kau memang jujur maka pergilan ke Xiang Yang dan lawanlah Liu Feng. Jika kau membawa kepalanya maka aku tidak akan ragu lagi."

Meng Da berkata, "Aku akan menyakinkan dia untuk bergabung. Tidak perlu pasukan. Aku akan membuatnya menyerah."

Akhirnya Meng Da diangkat menjadi Bangsawan PingYang, Gubernur XianCheng dan juga diperintahkan untuk menjaga XiangYang dan FanCheng.

Sekarang disana sudah ada dua jendral yang bertugas yaitu Xiahou Shang dan Xu Huang. Ketika Meng Da tiba, mereka mengatakan padanya bahwa Liu Feng masih berada kira2x 30 Li dari kota. Segera Meng Da menulis surat dan memintanya untuk menyerah saja. Tetapi Liu Feng tdk mengubris surat itu, dia merobek surat itu dan membunuh utusannya.

"Pengkhianat ini sudah membuatku melupakan tugasku membantu paman dan sekarang dia ingin aku mencelakakan ayahku dengan menjadi pemberontak juga !!"

Meng Da lalu keluar membawa pasukan untuk menghadapi Liu Feng. Liu Feng juga berkuda kedepan dan dia menunjuk kepada lawannya itu serta memakinya.

"Kematian sudah sangat dekat dengan dirimu !!! Tetapi kau masih saja tidak melihatnya. Menyerahlah dan mengabdilah pada Pangeran Wei." Balas Meng Da.

Liu Feng segera maju dan menebaskan pedangnya kearah Meng Da. Meng Da kemudian langsung kabur dan dikejar oleh Liu Feng sejauh 15 Li. Kemudian Liu Feng masuk kedalam jebakan musuh. Di sisi jalannya tiba2x bermunculan pasukan Wei yang dipimpin oleh Xiahou Shang dan Xu Huang. Meng Da juga berbalik dan menyerang dari depan. Liu Feng terpaksa melarikan diri. Dia segera pergi ke Shang Yong. Ketika dia sampai didepan kota dan memanggil penjaga gerbang, tiba2x hujan panah menyambutnya.

"Aku telah menyerah pada Wei !" Teriak Shen Dan dari atas tembok kota.

Liu Feng menjadi sangat marah dan dia bersiap untuk menyerang kota. Tetapi pasukan Wei sudah sangat dekat dibelakangnya dan dia lalu menuju FangLing. Dia tiba disana dan juga melihat Bendera Wei berkibat didepan tembok kota. Kemudian dia melihat Shen Yi memerintahkan agar prajurit pemanah segera bersiap di tembok kota. Dibelakangnya juga pasukan Wei yang dipimpin oleh XuHuang telah tiba. Akhirnya dia terpaksa melawan sambil berusaha meloloskan diri.

Pasukan Liu Feng berusaha keluar dari kepungan musuh dan mereka bergerak menuju Cheng Du. Akhirnya mereka berhasil sampai ke Cheng Du dengan hanya 100 penunggang kuda saja yang tersisa.

Dia menemui ayahnya tetapi bukan simpati melainkan amarah yang didapatnya.

Liu Bei berkata, "Anak tak tahu malu !!! Berani sekali kau datang dan menemui diriku ?"

"Petaka yang menimpa pamanku bukan karena aku yang tidak ingin menolongnya, tetapi karena Meng Da yang menyesatkanku."

"Kau makan seperti manusia, kau berpakaian seperti manusia, tetapi kau tidak memiliki pikiran seperti manusia. Kau hanya seperti manusia yang terbuat dari tanah liat atau kayu. Apa maksudmu dengan berkata bahwa bedebah itu telah menyesatkanmu ???"

Liu Bei lalu memerintahkan agar algojo membawanya keluar dan menghukum mati Liu Feng. Tetapi kemudian Liu Bei menyesal setealh mendengar perlakuan Liu Feng kepada utusan yang membawa surat Meng Da yang membujuknya untuk menyerah. Dan dia juga kembali memikirkan kematian Guan Yu. Hal ini membuatnya akhirnya jatuh sakit kembali. Karena hal ini tidak ada tindakan militer dilakukan untuk beberapa saat.

Setelah mendapatkan takhtanya, Cao Pi mengangkat para bawahannya menjadi pejabat pemerintah dengan posisi tinggi. Dia juga membangun pasukannya sendiri berkekuatan 300.000 prajurit. Dia juga kemudian mengadakan perjamuan besar di Daerah Qiao dan Juga Pei yang merupakan tanah leluhurnya. Ketika pasukan besarnya melewati tempat itu, penduduk menyambutnya ditepi2x jalan dan memberikan hadiah seperti arak dan juga makanan.

Saat itu lalu datang berita bahwa Jendral Besar Xiahou Dun sedang sakit keras.Cao Pi segera kembali secepatnya ke Ye Jun tetapi dia datang terlambat. Dia lalu memerintahkan agar seluruh prajurit berkabung untuk jendral besar itu dan dia mengadakan upacara yang sangat megah dan besar untuk Xiahou Dun. Xiahou Dun meninggal diusianya yang ke 59 thn, legenda mengatakan dia juga dikubur bersama bola naga yang ditaruh didalam mulutnya.

Pada bukan ke 8 thn ke 26 masa pemerintahan Jia An atau tahun 1 pertama masa Huang Chu (Thn 220 M), dilaporkan bahwa burung Phoenix melintas diatas ShiYi dan QiLin terlihat di LanZi sementara Naga Kuning terlihat di YeJun.

Segera Komandan kekaisaran Li QU dan juga Menteri Xu Zhi mendiskusikan penampakan2x ini. Mereka akhirnya mengambil kesimpulan dan berkata, "Tanda2x ini menunjukan bahwa Wei harus menggantikan Han dan Altar penurunan takhta harus disiapkan."

Kemudian sebuah petisi dari 40 pejabat tertinggi istana disiapkan, baik pejabat militer mau sipil memberikan capnya. Hua Xin, Wang Lang, Xin Pi, Jia Xu, Liu Ye, Liu Zi, Chen Jiao, Chen Qun dan Huan Jie datang kekota terlarang dan mengusulkan pada kaisar bahwa dia harus menyerahkan takhtanya dan sujud kepada Pangeran Wei, Cao Pi.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

coba aja Cao Pi sama Cao Zhang bertempur, pasti Shu bakal nguasain Xiliang sampai Chang'an dengan mudah.

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Themes | Bloggerized by Free Blogger Templates | Macys Printable Coupons